Rabu, Ogos 08, 2007

Hadis Dhaif dan Maudhu'

PUASA

1) Awal Ramadhan adalah rahmat, pertengahan keampunan dan akhir pembebasan dari neraka

Az-Zahabi menyebutkan dalam Al-Mizan dari riwayat Hisyam bin ' Ammar dari jalan Sallam bin Sawwar dari Maslamah bin Ash-Shalti dari Abu Hurairah r.a bahawa Rasulullah s.a.w. bersabd :

Ertinya: Awal bulan Ramadhan adalah rahmat , pertengahannya keampunan dan akhirnya ialah pembebasan dari Neraka

Hadith ini adalah Munkar

Kata Az-Zahabi : Ibnu 'Adiy berkata : Sallam ini munkar Hadithnya , demikian pula kata Al-'Uqaili . Salah satunya ialah hadith ini . ( * )

Hadis ini diriwayatkan juga oleh Ibnu Abi Ad-Dunya, Al-Khatib dan Ibn 'Asakir. Kata

Al-Albani: Hadisnya sangat dhaif.

Sumber: Himpunan Hadis Dhaif dan Maudhu' (Jld 1) - Drs Abdul Ghani Azmi- m.s. 500

2) Tidur orang yang berpuasa itu adalah satu ibadat

Ad - Dailami meriwayatkan dari Abdullah bin Abi Aufa r.a. bahawasanya Rasulullah s.a.w bersabda :

Ertinya: Tidur orang yang berpuasa itu adalah satu ibadat

Hadith ini Maudhu'

Penyakitnya ialah Sulaiman bin 'Amru , iaitu Abu Daud An-Nakha'i , seorang pembohong dan sangat terkenal mereka Hadith . Kata Al-Hafiz Ibnu Hajar : Lebih daripada tiga puluh orang ( ulama hadith ) mengatakan ia mereka Hadith .

Sumber: Himpunan Hadis Dhaif dan Maudhu' (Jld 1) - Drs Abdul Ghani Azmi- m.s. 478

3) Manafaat melaparkan perut

Al-Ghazali menyebutkan dalam Al-Ihya' bahawa Rasulullah s.a.w. bersabda :

Ertinya: Barangsiapa yang melaparkan perutnya nescaya besarlah fikirannya dan cerdiklah hatinya

Kata Al-Iraqi : Hadith ini tiada asalnya

Sumber: Himpunan Hadis Dhaif dan Maudhu' (Jld 1) - Drs Abdul Ghani Azmi- m.s. 479

4) Penghulu segala amalan adalah lapar

Al-Ghazali menyebutkan dalam Al-Ihya' bahawa Rasulullah s.a.w. bersabda :

Ertinya: Penghulu segala amalan itu ialah lapar dan kehinaan diri ialah pakaian bulu

Kata Al-'Iraqi : Hadith ini tiada asalnya .

Sumber: Himpunan Hadis Dhaif dan Maudhu' (Jld 1) - Drs Abdul Ghani Azmi- m.s. 479

5) Perkhabaran-perkhabaran ghaib sepanjang di bulan Ramadhan

Ibnu - Jauzi menyebutkan dari riwayat Muhammad bin Abu Tahir Anas r.a. katanya : Rasulullah s.a.w bersabda :

Ertinya: Apabila malam pertama bulan Ramadhan berserulah Tuhan Al- Jalil akan Malik Ridhwan penjaga Syurga seraya berfirman : Persiapkan Syurgaku dan hiasilah dia untuk orang - orang yang berpuasa dari umat Ahmad , janganlah engkau menutupnya bagi mereka sehingga habis bulan mereka ( Ramadhan ). Kemudian Tuhan Al-Jalil memanggil Malaikat penjaga Neraka : Hai Malik ! Malik menjawab : Ya Tuhanku! Kemudian Allah berfirman : Tutuplah pintu - pintu Neraka Jahim dari orang - orang yang berpuasa dari umat Ahmad dan janganlah engkau membukanya untuk mereka . Kemudian menyeru Jibrail : Ya Jibrail ! Lalu Jibrail menjawab : Ya Tuhanku ! Lalu Tuhan berfirman : Turunlah engkau ke bumi dan rantaikan syaitan - syaitan yang jahat itu supaya mereka tidak merosakkan puasa umat Ahmad.

Pada tiap - tiap hari bulan Ramadhan iaitu di kala matahari naik dan di kala berbuka puasa Allah mempunyai orang - orang yang dibebaskan dari Neraka laki - laki dan wanita . Pada tiap - tiap langit Allah mempunyai seorang Malaikat yang balungnya di bawah ' Arasy Ar-Rahman manakala dua kakinya berada diperbatasan bumi ketujuh yang bawah , satu sayapnya berada di Masriq yang bertatahkan marjan , mutiara besar dan permata , dan satu sayap lagi berada di Mahgrib yang bertatahkan dengan marjan , mutiara besar dan permata , Malaikat itu berseru : Adakah orang yang bertaubat yang akan diterima taubatnya ? Adalah orang yang berdoa' yang akan diqabulkan doa'nya ? Adalah orang yang teraniaya yang akan ditolong ? Adalah orang yang memohon ampun yang akan diberikan keampunan ? Adakah orang yang meminta yang akan diberikan permintaannya ? Nabi bersabda lagi : Dan Tuhan berseru sepanjang bulan Ramadhan: Para hambaku laki-laki dan perempuan , bergembiralah, hampir - hampir akan diangkat dari kamu akan makanan - makanan ini kepada rahmat dan kemuliannku

Apabila malam Lailatul-Qadri Jibrail turun dalam satu golongan para Malaikat yang berselawat ( berdoa') ke atas tiap - tiap hamba Allah yang bangun dan yang duduk berzikir kepada Allah Azza Wa Jalla

Apabila Hari Raya Fitrah Allah membanggakan mereka kepada para Malaikatnya : Hai para Malaikatku , apakah balasan bagi buruh yang telah menunaikan kerjanya ? Para Malaikat menjawab : Ya Tuhan kami , balasannya ialah disempurnakan upahnya. Allah lalu berfirman : Hamba - hambaku yang laki - laki dan perempuan, telah menunaikan kewajipanku atas mereka, kemudian mereka keluar dengan mengangkatkan suara mereka berdoa' kepadaku. Demi kebesaran dan kemuliaanku, demi ketinggian tempatku, pasti Aku akan kabulkan doa' mereka pad hari ini. Kembalilah, sesungguhnya Aku telah memberi keampunan kepada kamu dan Aku telah gantikan kejahatan - kejahatan kamu dengan kebaikan - kebaikan , maka mereka pun kembali dengan mendapat keampunan ).

Hadith ini adalah Maudhu'

Kata Ibnul- Jauzi: Hadith ini tidak sah . Ashram yang terdapat dalam sanadnya ialah Ashram bin Hausyab. Kata Yahya : Dia adalah pembohong yang sangat jelek . Kata Ibnu Hibban : Ashram ini membuat Hadith atas orang - orang yang thiqah .

Sumber: Himpunan Hadis Dhaif dan Maudhu' (Jld 1) - Drs Abdul Ghani Azmi- m.s. 503

6) Kelebihan Puasa di bulan Rejab

Abu Muhammad Al- Khallal , Ad-Dailami , Al-Ashbahani meriwayatkan dari Mansor bin Yazid Al-Asadi , dari Musa bin 'Imran , dari Anas bin Malik r.a. bahawa Rasulullah s.a.w. bersabda :

Ertinya: Bahawasanya di dalam Syurga ada sebuah sungai yang dipanggil Rejab , airnya lebih putih daripada susu dan lebih manis daripada madu , barangsiapa berpuasa sehari sahaja dari bulan Rejab nescaya Allah memberinya minum dari sungai itu.

Kata Az-Zahabi : Mansor bin Yazid tidak dikenali orangnya dan khabarnya ( Hadithnya ) adalah Batil

Sumber: Himpunan Hadis Dhaif dan Maudhu' (Jld 1) - Drs Abdul Ghani Azmi- m.s. 514

7) Puasa bulan Rejab

Ibnu - Jauzi menyebutkan dari riwayat Muhammad bin Abdul - Baqi dari jalan Abu Bakr Muhammad bin Al-Hasan An Naqqasy , dari Abu Sa'id r.a. bahawa Rasulullah s.a.w. bersabda :

Ertinya: Rejab adalah bulan Allah , Sya'ban bulanku dan Ramdahan bulan umatku , maka barangsiapa yang berpuasa bulan Rejab dengan keimanan dan mengharapkan pahala dari Allah , maka ia wajib mendapat keridhaan dari Allah Yang Maha Agung dan menempatkan dalam Syurga Al-Firdaus yang tertinggi . Barangsiapa berpuasa dua hari dari bulan Rejab maka baginya pahala dua kali ganda , timbangan tiap - tiap ganda bagaikan bukit - bukit di dunia . Barangsiapa berpuasa tiga hari dari bulan Rejab maka Allah menjadikan antaranya dan Neraka sebuah parit yang panjangnya sepanjang perjalanan setahun . Barangsiapa berpuasa empat hari dari bulan Rejab maka ia akan diselamatkan dari bala , gila , kusta dan sopak , dari fitnah Al-Masih Ad - Dajjal dan dari azab kubur. Barangsiapa berpuasa enam hari dari bulan Rejab, maka ia keluar dari kuburnya dengan wajah yang lebih bersinar daripada sinar bulan pada malam purnama .

Barangsiapa berpuasa tujuh hari dari bulan Rejab , maka pintu - pintu tujuh buah Neraka ditutup baginya , tiap - tiap sehari puasa ditutup satu pintu dari pintu - pintu Neraka itu . Barangsiapa berpuasa lapan hari dari bulan Rejab, maka dibuka untuknya pintu Syurga yang lapan buah itu , tiap- tiap sehari puasa sebuah pintu dibuka .

Barangsiapa berpuasa sembilan hari dari bulan Rekab , maka ia keluar dari kuburnya sedangkan ia menyeru La Ilaha Illallah , maka wajahnya tidak datang kecuali syurgalah baginya . Barangsiapa berpuasa sepuluh hari dari bulan Rejab , maka Allah menjadikan untuknya atas tiap- tiap satu mail Shirath akan permaidani yang ia beristirahat di atasnya .

Barangsiapa berpuasa sebelas hari dari bulan Rejab , maka ia tidak akan dilihat di Akhirat nanti lebih utama daripadanya kecuali orang yang berpuasa Rejab seperti dia ataupun lebih daripadanya . Barangsiapa berpuasa dua belas hari dari bulan Rejab , maka pada hari Qiamat Allah memakaikannya dua pakaian , satu pakaian lebih baik daripada dunia dan segala isinya .

Barangsiapa berpuasa tiga belas hari dari bulan Rejab , maka dihidangkan untuknya sebuah hidangan dalam bayang - bayang ' Arasy lalu ia memakannya sedangkan orang ramai berada dalam kesusahan yang amat sangat . Barangsiapa berpuasa empat belas hari dari bulan Rejab , maka Allah memberikannya pahala yang tidak pernah dilihat oleh mata , tidak didengar oleh telinga dan tidak pernah terlintas di hati .

Barangsiapa berpuasa lima belas hari dari bulan Rejab , maka Allah menempatkan dia di hari Qiamat di tempat orang - orang yang selamat , tiada lalu seorang Malaikat Muqarrabin dan tiada lalu pula seorang Nabi yang diutuskan kecuali mereka berkata : Berbahagialah engkau ! Engkau adalah di antara orang - orang yang selamat sejahtera ).

Kata Ibnu - Jauzi :Hadith ini adalah Maudhu'

Al-Kasa-i yang terdapat dalam sanadnya tidak dikenal orangnya . Manakala An-Naqqassi iaitu Abu Bakar bin Muhammad bin Al- Hasan An- Naqqassi dituduh berbohong

Sumber: Himpunan Hadis Dhaif dan Maudhu' (Jld 1) - Drs Abdul Ghani Azmi- m.s. 529

8) Puasa Tiga Bulan Berturut -turut

Maksudnya:

Dari Abu Hurairah RA : Sesungguhnya Rasulullah SAW tidak pernah menyempurnakan puasa sebulan penuh selepas Ramadhan melainkan bulan Rejab dan Sya'ban.

1) Periwayat Hadith: At-Thabarani

2) Status Hadith: SANGAT LEMAH

3) Sebabnya:

Didalam sanadnya terdapat seorang perawi bemama Yusuf bin Athiyyah bin Thabit.

Kata Imam Al-Bukhari: Ia seorang yang mungkar hadithnya.

Kata Imam An-Nasai dan Imam Ibnu Hajar: Ia seorang yang ditinggalkan hadithnya (matruk).

Kata Imam Abu Hatim, Imam Abu Zur' ah dan Imam Ad-Daruqutni: Ia seorang yang lemah hadithnya.

Kata Imam Ibnu Hibban: Tidak harus berhujjah dengannya.

Kata Imam Ibnu Ma'in dan Imam Abu Daud: Ia tidak memiliki sesuatu (yang soheh untuk dijadikan pegangan).

4) Keterangan:

Hadith ini tidak dapat dijadikan hujjah tentang puasa 3 bulan berturut-turut iaitu Rejab, Sya'ban dan seterusnya disambung dengan Ramadhan sebagaimana yang diamalkan oleh sebahagian umat Islam. .

Tidak thabit Nabi SAW berpuasa sebulan penuh pada bulan-bulan lain melainkan Ramadhan sahaja.Inilah amalan Nabi SAW sebagaimana yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Aisyah RA, katanya:

Maksudnya:

Dan aku tidak pemah melihatnya (Nabi SAW) berpuasa sebulan penuh semenjak datang ke Madinah kecuali Ramadhan.

.Inilah petunjuk Nabi SAW yang merupakan sebaik-baik petunjuk untuk diikuti dan dicontohi. Allah SWT berfirman:

Maksudnya:

Dan apa-apa yang dibawa oleh Rasul kepada kamu maka ambil/terimalah.

5) Kesimpulan:

Nabi SAW tidak pemah berpuasa tiga bulan berturut-turut terus menerus.

Sumber: Ibrahim Mohd Raja www.al-ahkam.net

Ahad, Ogos 05, 2007

Seribu Burung Kertas

Sewaktu Boy dan Girl di awal alam percintaan, Boy melipat 1000 burung kertas buat Girl dan menggantungkannya di dalam bilik Girl. Boy mengatakan, 1000 burung kertas itu menandakan 1000 ketulusan hatinya.

Girl dan Boy berasakan setiap detik percintaan mereka begitu indah sekali.

Tetapi entah kenapa, di suatu hari, Girl mulai menjauhi Boy. Girl memutuskan untuk berkahwin dengan seorang lelaki kaya dan berhijrah ke Perancis serta menetap di kota Paris tempat impiannnya selama ini.

Sewaktu Girl mahu memutuskan hubungannya dengan Boy, Girl memberitahu Boy, “Kita harus melihat dunia ini dari sudut yang matang. Perkahwinan bagi wanita adalah kehidupan kedua kalinya! Aku harus memegang kesempatan ini dengan baik. Kamu terlalu miskin, aku tidak sanggup membayangkan bagaimana kehidupan kita setelah berkahwin !”

Setelah Girl pergi ke Perancis, Boy bekerja keras bagi membuktikan dia juga boleh berjaya. Boy melakukan banyak kerja. Dia pernah menjual buku, menjadi karyawan sementara dan berniaga kecil-kecilan. Setiap pekerjaannya dilakukan dengan tekun dan hati yang cekal.

Selang beberapa tahun…

Berkat usahanya tanpa henti dan dorongan teman-teman, akhirnya Boy berjaya memiliki sebuah syarikat berjaya. Dia sudah menjadi seorang lelaki yang kaya, tetapi hatinya masih teringat-ingat pada Girl. Boy masih tidak dapat melupakan gadis yang pernah bertapak di hatinya.

Di suatu hari, waktu hujan turun, Boy dari keretanyanya melihat sepasang suami isteri tua berjalan perlahan di hadapannya. Dia amat mengenali mereka. Mereka adalah orang tua Girl !

Hati Boy berdetik. Dia ingin mereka lihat bahawa dia sekarang tidak hanya mempunyai kereta sendiri, tetapi juga mempunyai sebuah villa indah dan syarikat sendiri. Boy ingin mereka tahu bahawa dia bukan seorang yang miskin lagi tetapi kini adalah seorang majikan kaya. Boy memandu keretanya perlahan sambil mengikuti kedua orang tua tersebut.

Hujan terus turun, tanpa henti, biarpun kedua org tua itu memakai payung, tetapi badan mereka tetap basah kerana hujan.

Sewaktu mereka sampai ke destinasi, Boy tercengang melihat apa yang ada di depan matanya. Ia adalah sebuah tanah perkuburan. Boy mengikuti orang tua Girl. Mereka berdiri di hadapan sebuah kubur. Boy melihat tulisan di atas batu nisan terpahat nama Girl yang dirinduinya.

Di samping kuburnya yang kecil, tergantung burung-burung kertas yang pernah dibuatkan Boy, dalam hujan burung-burung kertas itu kelihatan begitu hidup.

Orang tua Girl memandang Boy lalu memberitahu, “Girl tidak pergi ke Paris, Girl diserang barah. Girl telah pergi ke syurga. Girl ingin Boy menjadi seorang yang berjaya dan mempunyai keluarga yang harmoni. Maka Girl terpaksa berbohong kepada Boy dahulu. Girl ada menyatakan yang dia sangat menyintai Boy, dia percaya kalau Boy berusaha, pasti akan berjaya. Girl turut mengatakan, jika suatu hari nanti Boy datang ke kuburnya, dia amat berharap supaya Boy membawakan beberapa burung kertas buatnya lagi. “

Boy lalu berlutut, berlutut di depan kubur Girl, menangis semahu-mahunya dengan begitu sedih sekali.

Hujan pada hari itu terasa tidak akan berhenti, membasahi sekujur tubuh Boy. Boy teringat senyuman Girl yang begitu manis dan tulus. Mengingati semua itu, hatinya mula menitiskan darah.

Sewaktu orang tua Girl melangkah pulang dari tanah perkuburan, mereka melihat Boy sudah membukakan pintu keretanya untuk mereka. Lagu sedih kedengaran dari dalam kereta tersebut.

“Hatiku tidak pernah menyesal,

Semuanya hanya untukmu 1000 burung kertas,

1000 ketulusan hatiku,

Berterbangan di dalam angin

Menginginkan bintang yang lebat bertebaran di langit,

Melewati sungai perak,

Apakah aku dapat bertemu denganmu kembali?

Aku tidak takut berapa pun jauhnya,

Hanya aku ingin sekarang terus berlari kepadamu

Masa lalu seperti asap, hilang dan tak kan kembali,

Menambah kerinduan di hatiku.

Bagaimanapun dicari,

Jodoh kehidupan ini pasti tidak akan berubah”.

Kisah Biskut

Seorang wanita di lapangan terbang sedang menunggu waktu penerbangannya. Sambil menunggu, dia makan biskut yang dibelinya sebelum itu dan membaca buku cerita. Sedang dia makan dia terperasan yang lelaki disebelahnya turut mengambil biskut dari bungkusan yang sama yang terletak di sebelahnya.

Setiap keping biskut yang dia ambil lelaki itu turut mengambil sama. Di dalam hati wanita itu menyumpah-nyumpah lelaki itu.

“Alangkah tak malunya lelaki ni….. dah la tak mintak dari aku…. makan sama banyak dengan aku pulak tu…Pencuri!! ” rungut wanita itu dalam hati.

Dalam pada itu, lelaki itu dengan muka yang tenang terus dengan perbuatannya. Hinggalah sampai ke biskut terakhir yang terdapat dalam bungkusan itu. Wanita itu menunggu reaksi dari lelaki itu. Sambil tersenyum lelaki itu mengambil biskut yang terakhir itu lalu dipatah dua lantas memberikan separuh darinya kepada wanita itu. Wanita itu menjadi begitu marah namun dia tetap menahan dirinya dari memarahi lelaki itu.

Sambil merampas dengan kasar biskut yang separuh itu dan menunjukkan mukanya yang masam mencuka, wanita itu berkata dalam hatinya.

“Berani sungguh lelaki ni. Memang muka tak malu. Pencuri besar.” kata hatinya dengan marah.

Kedua-dua wanita dan lelaki itu terus duduk sehingga panggilan untuk menaiki pesawat untuk wanita itu sampai. Sambil menarik nafas lega seolah baru lepas dari satu kejadian ngeri wanita itu bergerak menaiki pesawatnya.

Apabila dia sampai di tempat duduknya beliau membuka beg kecilnya untuk mengambil barang. Alangkah terkejutnya dia apabila melihat satu bungkusan biskut berada di dalam begnya dan ia masih elok belum terbuka.

“Jika biskut ini ada dalam beg aku jadi bermakna biskut yang aku makan tadi…” getusnya.

Ya.. .biskut yang dimakannya tadi adalah kepunyaan lelaki itu. Alangkah malunya dia atas segala tindakannya terhadap lelaki itu. Lelaki itu telah sanggup berkongsi biskut dengannya sehingga biskut yang terakhir biarpun dari awal lagi wanita itu telah menunjukkan reaksi marahnya.

Untuk meminta maaf sudah terlambat namun hatinya penuh kekesalan kerana bersifat kedekut dan tidak mahu berkongsi dengan orang lain. Kini dia menyedari bahawa dialah pencuri biskut yang sebenar.

Moral:
Jangan buruk sangka dengan orang. Keindahan yang hakiki datangnya dari hati yang ikhlas bukan dari pandangan seseorang.

Cinta Sebenarnya

Bila tanganmu berkeringat, hatimu dag-dig-dug
Suaramu bagai tersekat untuk berkata
Itu bukan CINTA tapi SUKA

Bila tanganmu tak mahu berhenti memegang dan menyentuhnya
Itu bukan CINTA tapi BERAHI

Bila kamu menginginkannya kerna tahu ia akan selalu ada disampingmu
Itu bukan CINTA tapi KESEPIAN

Bila kamu menerima pernyataan cintanya kerna kamu tak mau menyakiti hatinya
Itu bukan CINTA tapi KASIHAN

Bila kamu mau memberikan semua yang kamu suka demi dia
Itu bukan CINTA tapi KEMURAHAN HATI

Bila kamu bangga dan ingin mempamerkannya kepada semua orang
Itu bukan CINTA tapi TERUJA

Bila kamu mengatakan kepadanya bahwa dia adalah satu-satunya yang kamu fikirkan
Itu bukan CINTA tapi KHAYALAN

Ketika kamu mencintainya

Ketika kamu melakukan semua untuknya tanpa berharap lebih…

Ketika kamu menerima kesalahannya kerna itu sebahagian dari keperibadiannya

Ketika kamu rela memberikan hatimu, hatta kehidupanmu

Ketika kamu terkesan bila dia sedih, dan gembira ketika mana dia bahagia

Ketika kamu menangis untuk kesedihannya walaupun dia cukup teguh untuk menghadapinya

Ketika kamu tertarik pada orang lain tapi kamu masih setia padanya

Ketika kamu merelakannya dengan senyum kerna kebahagiaannya tidak bersamamu

Itulah rasa CINTA yang sesungguhnya...

9 MIMPI Rasulullah S.A.W

Nabi Muhammad saw bersabda: "Sesungguhnya aku telah mengalami
mimpi-mimpi yang menakjubkan pada malam aku sebelum di Israqkan........"

1. Aku telah melihat seorang dari umatku telah didatang oleh
malaikatul maut dengan keadaan yg amat mengerunkan untuk
mengambil nyawanya, maka malaikat itu terhalang perbuatannya itu
disebabkan oleh KETAATAN DAN KEPATUHANNYA KEPADA
KEDUA IBUBAPANYA.

2. Aku melihat seorang dari umatku telah disediakan azab kubur yang
amat menyiksakan, maka ia telah diselamatkan oleh berkat WUDUKNYA
YANG SEMPURNA.

3. Aku melihat seorang dari umatku sedang dikerumuni oleh
syaitan-syaitan
dan iblis-iblis lakhnatullah, maka ia diselamatkan dengan berkat
ZIKIRNYA YANG TULUS IKHLAS kepada Allah.

4. Aku melihat bagaimana umatku diseret dengan rantai yang diperbuat
daripada api neraka jahanam yang dimasukkan dari mulut dan
dikeluarkan rantai tersebut ke duburnya oleh malaikut Ahzab, tetapi
SOLATNYA YANG KHUSUK DAN TIDAK MENUNJUK-NUNJUK
telah melepaskannya dari seksaan itu.

5. Aku melihat umatku ditimpa dahaga yang amat berat,setiap kali dia
mendatangi satu telaga dihalang dari meminumnya, ketika itu datanglah
pahala PUASANYA YANG IKHLAS KEPADA ALLAH SWT
memberi minum hingga ia merasa puas.


6. Aku melihat umatku cuba untuk mendekati kumpulan
para nabi yang sedang duduk berkumpulan-kumpulan,setiap kali dia
datang dia akan diusir, maka menjelmalah MANDI JUNUB DENGAN
RUKUN YANG SEMPURNANYA sambil memimpinnya ke kumpulanku
seraya duduk disebelahku.

7. Aku melihat seorang dari umatku berada di dalam keadan gelap
gelita disekelilingnya,sedangkan dia sendiri di dalam keadaan binggung,
maka datanglah pahala HAJI DAN UMRAHNYA YANG IKHLAS
KEPADA ALLAH SWT lalu mengeluarkannya dari kegelapan kepada
tempat yang terang-menderang.

8. Aku melihat umatku cuba berbicara dengan golongan orang mukmin
tetapi mereka tidakpun membalas bicaranya,maka menjelmalah SIFAT
SILATURRAHIMNYA DAN TIDAK SUKA BERMUSUH-MUSUHAN
SESAMA UMATKU lalu menyeru kepada mereka agar menyambut
bicaranya, lalu berbicara mereka dengannya.

9. Aku melihat umatku sedang menepis-nepis percikan api ke
mukannya,maka segeralah menjelma pahala SEDEKAHNYA
YANG IKHLAS KERANA ALLAH SWT lalu menabir muka dan
kepalanya dari bahaya api tersebut.

BERSABDA RASULULLAH SAW, "SAMPAIKANLAH PESANANKU
KEPADA UMATKU YANG LAIN WALAUPUN DENGAN SEPOTONG AYAT"